Thursday, May 15, 2014

Kepada-Mu Kami Kembali..

Sangat mudah lisan berucap, "Aku mencintaimu."
Sudahkah kita benar-benar memahami makna CINTA itu sendiri.
Begitu lihai lisan berujar, "Aku merindukanmu."
Bahkan kata RINDU pun belum kita pahami.

Maka, jika kau tanyakan padaku apa itu CINTA? 
CINTA adalah Allah SWT. Ya, Dialah Tuhan semesta alam. Dialah yang melimpahkan rahmat-Nya kepada kita. Menemanimu ketika terpuruk. Menunjukkan kepadamu jalan yang Dia ridhoi.

Jika selama ini kau mencari CINTA HAKIKI, maka akan kau temukan di dalam sujudmu, rukukmu, dari setiap tetes yang mengalir menyebut lirih nama-Nya, dari setiap nafas yang hembuskan, dan setiap gerak yang kau lakukan.

Sudahkah kau sadari betapa luasnya kasih dan sayang yang Dia berikan untuk kita? Pernahkah kau hitung berapa banyak kenikmatan yang Dia limpahkan untuk kita? Dan sudahkah sebanding dengan ibadah yang kau lakukan selama ini?

Kepada-Nyalah semua makhluk tunduk. Kepada-Nyalah kita meminta, mengadu, dan merintih. Lalu, jika kita menemukan cinta selain-Nya, layakkah kita meminta, mengadu, dan merintih kepada-Nya?



Monday, May 12, 2014

Sa'ad bin Rabie'

Diantara tubuh yang bergelimpangan, darah merah segar mengalir dari luka-luka akibat sayatan pedang atau tusukan panah, wajah-wajah sahabat yang selamat erlahat kecewa dan terluka.

Nabi Muhammad SAW duduk dengan luka parah di dahinya sementara dua giginya tanggal akibat pukulan seorang tentara musuh.


Tiba-tiba ingatan tentang seseorang membuatnya berdiri dan berujar lantang:


"Wahai sahabat sekalian! Adakah seseorang mau mencarikan untukku Sa'ad bin Rabie' masih hidupkah ia ataukah sudah tiada?"


Berdiri seorang sahabat Anshar:

"Aku akan melakukannya untukmu, ya Rasulullah." Diapun segera menelusuri tubuh-tubuh yang bergeletak di tanah Pegunungan Uhud.

Bau amis darah tercium disana sini, dibaliknya beberapa tubuh yang tengkurap dan ia berusaha mengenali wajah mereka sebab darah dan tanah yang bercampur menjadi satu membuat sebagian wajah tak mampu lagi dikenali. 


Dia mendapati Sa'ad bin Rabie' diantara mereka dan panah menancap di dadanya, dipegangnya pergelangan tangannya untuk merasakan denyut

nadi dan dia merasakan masih ada sisa nafas yang tersisa.

"Kawan, aku diperintahkan Rasulullah Muhammad SAW untuk melihat keadaanmu masih hidupkah engkau ataukah telah mati?"


Mendengar nama Rasul disebut, mata Sa'ad mengerjap dan lirih diucapkan kata-kata ini:


"Aku akan segera mati, namun sampaikanlah salamku kepada Rasulullah katakan padanya


Semoga Allah membalas beliau dengan sebaik-baik balasan yang diberikan-Nya untuk seorang nabi atas kebaikan kepada umatnya."


Ditahannya rasa sakit sambil memegang dadanya dengan susah payah ia berujar kembali:


"Dan sampaikan pula salamku kepada seluruh umat ini katakan kepada mereka bahwa Sa'ad bin Rabie' berpesan : Jangan pernah kalian biarkan sesuatu terjadi kepada Rasulullah SAW sementara kalian memiliki mata yang mampu berkedip."


Dan tewaslah Sa'ad sesudah mengucapkan kalimat itu, sahabat Ansharitupun menyampaikan keadaan dan perkataan Sa'ad kepada Rasulullah.


Beliau terdiam sejenak lantas mendoakan Sa'ad:


"Ya Allah.. Sayangilah dia.. Karena dia selalu memberi nasihat dan mengajak umat kepada kebaikan hidup dan matinya."


"Membaca kisah ini, ada yang bergejolak di hati saya. rasanya seperti ditampar dengan sebuah pesan Sa'ad bin Rabie' di atas. Sudahkah kita bersungguh-sungguh dalam menjalankan syariat-Nya?" - Asma' Nadia Ilmi

Dikutip dari buku berjudul Tutur Hati Halimah Alaydrus