Monday, January 6, 2014

Moodbooster For Today! I Won it

Asslamu'alaikum, readers!

Hari ini udah aktif sekolah seperti biasa! Whoop, so excited :) Seperti biasa, semuanya udah disiapkan dari baju yang sudah disetrika, sepatu sudah dicuci, peralatan tulis, dan tas. Bangun pagi lebih awal dan waktu itu sms-an sama beloved ummy. Setelah shalat shubuh menyempatkan diri buka social media - facebook and twitter. Pas buka facebook ada notification dari FLP Saudi Arabia. Langsung deg-degan campur aduk. Ohya, FLP Saudi Arabia mengadakan lomba cerita mini (cermin) buat merayakan hari ibu. Nah aku ngirim cermin aku dan judulnya "Sejuta Cinta Untukmu, Ibu.". Jadi, pas tadi pagi dengan rasa yang bener-bener berkecamuk baca pengumuman lomba itu. Sebenarnya sih ga terlalu berharap banget, pernah ikutan lomba cerpen gitu juga dari hampir 600an orang dan saya gagal HAHA. 

And here it is.........




Dari 34 cerpen (itu gamuat fotonya-_-) aku masuk 3 besar, ah senengnya ALHAMDULILLAH! Dan pengumuman ini jadi MOODBOOSTER untuk hari ini. So happy Alhamdulillah. Dan insyaAllah cermin-cermin ini dibukukan insyaAllah :)

Sunday, January 5, 2014

On RRI Banjarmasin!

Assalamu'alaikum, readers!

Hari ini mau cerita 'little trip on RRI Banjarmasin', meskipun late post sih hehe.  Kemarin aku sama sepupuku Redha siaran di Radio Republik Indonesia Banjarmasin di Pro 2 bersama Miss Tuti. Aku diajak Redha kesana karena dia sudah pernah siaran disitu. Awalnya (?) awkward, excited, nervous, campur aduk deh. Siarannya jam 4 sampai 5 sore dan temanya tentang "New year eve around the world and resolution for 2014". Oh ya, kami siarannya make bahasa Inggris. Can't describe it how happy and excited I was.

Teng jam 4 kami siaran. Perkenalan dulu kemudian perbincangan pun dimulai. Gimana new year eve di saudi, actually there's no celebration haha. Pas awal baru siaran padahal ada caller tapi ternyata cuma missed call. Sedih.... Pokoknya siarannya asik banget sama Miss Tuti dan gak kerasa waktu siaran kami udah habis itu pun hampir over haha keasyikan ngomong.

Setelah siaran, ternyata kami disuruh rekaman. Bukan rekaman nyanyi yaa. Tapi rekaman suara buat Pro 4 -siarannya malam- buat cerita gitu. Miss Tuti, Redha, dan aku bagi-bagi bagian teksnya dan aku kena opening. Latihan bentar dan langsung rekaman. Awkward. Entah kenapa, aku ngomongnya terlalu cepat sedangkan radio kan mengandalkan audio jadi kami gaboleh bicara cepat harus pelan. Pas selesai ternyata emang kecepetan. Yaudah ulang lagi. Bisa dibayangkan udah cape-cape baca teks puaaaaanjang terus diulang lagi itu......

Selesai rekamannya pas adzan Maghrib dan langsung pulang ke rumah. Dan ini beberapa foto saat siaran :)








Friday, January 3, 2014

Kata Mutiara


Orang berilmu dan beradab tidak akan diam
di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti
dari kerabat dan kawan
berlelah-lelah, manisnya hidup terasa
setelah lelah berjuang


Aku melihat air menjadi rusak karena diam bertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak,
kan keruh menggenang


Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur
tak akan kena sasaran

Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dam terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali
dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa
jika di dalam hutan





  Imam Syafii
(767-820M)

Tanpa Mereka Aku Bukan Siapa-Siapa



Hidup ini terus berjalan. Aku hanyalah seorang remaja dengan kehidupan yang sangat standar. Aku anak ketiga dari lima bersaudara. Saat itu umurku baru saja menginjak tahun keenam belas. Tahun itulah hidupku berubah drastis tidak bergerak statis dan itulah realitas yang kukira hanya halusinasi. Aku mendapatkan kepastian dari pihak sekolah bahwa aku mendapatkan satu tiket untuk studi banding disalah satu sekolah di Inggris. Ada satu rasa yang tiba-tiba menyusup masuk menyesaki dada, saat itu aku paham perpisahan merupakan hal yang terburuk dalam kehidupan. Aku akan berpisah dengan orang tuaku selama sebulan penuh. Meninggalkan kakak dan ade tersayang serta kebersamaan yang tak pernah dapat dikalahkan oleh apapun adalah hal yang tak pernah terlintas sedikitpun dalam benakku.

Aku menjalani kehidupan baruku selama sebulan di London, Inggris. Di negara ini aku mendapatkan tempat yang cukup nyaman sebagai Muslimah. Namun, ada beberapa hal yang kupikir memang berbeda. Iya, lingkungan serta metode berdakwah yang sangat berbeda. Seminggu, dua, tiga, hingga keempat tak terasa dan berakhir dengan cepat. Hari-hari yang kulewati penuh dengan momen-momen indah serta haru. Di tanah London, aku menjadi gadis yang dewasa dan waspada. Menjadi gadis penantang juga petualang. Ah, London berhasil membuatku mencintainya hanya dalam sebulan. 

Aku mengangkasa bersama kenangan yang kuukir. Perjuanganku berlanjut di tanah air. Seperti yang kuceritakan, sejak kejadian itu kehidupanku berubah drastis. Aku berhasil menabur prestasi  menjadi gadis yang membanggakan kedua orang tua. Keberhasilanku berlanjut hingga aku berhasil melanjutkan studiku ke Belanda dan lulus dengan hasil yang sangat memuaskan.

Setiap kulangkahkan kaki, aku sadar kesuksesan ini karena ridho Ummi dan Abi. Karena merekalah aku mampu mencapai mimpiku. Tanpa mereka aku bukan siapa-siapa. 

Untukmu, sayangilah kedua orang tuamu. Berikanlah yang terbaik untuk mereka, bahagiankanlah mereka yang telah merawatmu dan membesarkanmu dengan kasih sayang dan ketulusan. 



Salam :)



Thursday, January 2, 2014

Bimbang dalam Diam










Kakiku melangkah seperti biasa, tempat terdamai, masjid. Mengerjakan shalat Dhuha dan membaca dengan khusyuk ayat-ayat suci Ilahi dengan alunan merdu. Saat bel berbunyi tanda istirahat berakhir, aku kembali ke kelas. Saat itu, kurasakan sesuatu yang berbeda. Seakan-akan ada dua mata yang mematai dan juga mengikutiku. Kuperlambat langkahku memastikan kebenarannya. Dan memang ada yang mengikutiku. Dia. Aku tak perlu menyebut namanya. Namun, dialah sosok yang kukagumi selama ini. Dia adalah lelaki sholeh yang berhasil mengikat hatiku. Memenjarakanku dalam rindu. Aku jatuh dalam diam.


Ah, pantaskah aku mengharapkanya?  Aku hanyalah gadis yang biasa. Yang bahkan mungkin tak pantas untuknya. Sedangkan yang kuharap adalah sosok yang dapat membimbingku kelak menuju kedamaian abadiNya. Sanggupkah aku mencintainya dalam diam? Bertahan meski tak pernah ditoleh dan dianggap ada? Sungguh, aku ingin menjadi sebenar-benarnya Muslimah. Berjalan di jalan lurusNya, menjalankan syariatNya serta menjauhi laranganNya. 

Aku takut rasa ini akan menjerumuskan dan menjauhkan kebersamaanku bersama Ilahi. Aku takut rasa ini hadir karena dosa-dosaku. Aku takut rasa ini tidak suci sebagaimana seharusnya. Kumohon ya Allah jika memang semua ini hadir karena takdirMu, jagalah rasa ini tetap suci dan tidak tercampur oleh rasa yang tidak wajar. Jagalah aku dari segala kemaksiatan yang mungkin terjadi. Bimbinglah aku selalu ke jalan yang Kau anugerahi dan Kau ridhoi. 

Aku percaya akan janjiMu ya Allah, laki-laki yang baik untuk wanita yang baik dan wanita yang baik untuk laki-laki yang baik. Karena itu, jika memang kami dapat bersatu, bimbinglah kami menjadi diri yang suci. Diri yang Kau ridhoi hidupnya dan matinya. Dan jika memang kami tak mampu bersatu, maka hapuskan dan hilangkan bayangannya dalam hidup dan ingatanku. Berikanlah petunjukMu dan bimbinglah selalu diri kecil ini dalam melangkah.

Jika memang kami tak bersatu, maka satukanlah kami di keabadianMu.

Semoga cinta yang kita miliki dapat suci sebagaimana mestinya dan tidak terjerumus ke dalam jurang maksiat. 

Salam :)

Bukan Manusia Sempurna










Aku dikenal dengan sosok yang suci dan sangat aktif dalam berdakwah. Ketika masalah mulai menyapa teman dan sahabatku, mereka datang berkonsultasi dan meminta pencerahan kepadaku. Kubantu mereka tanpa pamrih, kuberikan mereka pencerahan sesuai tuntunan kita sebagai seorang Muslim dan Muslimah yaitu Al-Qur'an dan Hadits. Dengan penuh kesabaran kujelaskan semuanya hingga mereka benar-benar bisa memahami serta menerimanya dengan lapang dada. Lagi-lagi aku dicap orang-orang dengan sosok yang 'serba tahu' tentang agama karena kelincahan jemariku berbagi berbagai ilmu tentang agama Islam. Fiqih, akhlak, khilafah, dan tauhid. Semuanya kubahas agar kejayaan Islam bisa kembali seperti semula. Bahkan semua orang menghormatiku. Mereka pikir akulah tauladan mereka. 

Namun dibalik semua aktivitasku itu, aku hanyalah manusia yang jauh dari kata sempurna serta suci. Begitu banyak dosa yang sudah kulakukan sehingga diri ini tak pantas mendapatkan segala gelar dan cap itu. Aku hanyalah manusia yang berlumur kenistaan dan terjepit dalam kemunafikan. Bermain di atas pentas dengan lihai tanpa menyadari diriku yang tersudut dalam kegersangan Iman. Semua ini kulakukan bukan karena pujian ataupun gelar. Semua ini kulakukan dengan keikhlasan. Tapi, inilah diriku yang sebenarnya. Penuh dengan dosa juga kenistaan. Segala nasihat  dan masukan yang kuberikan hanyalah angin belaka. Begitu mudah memberikan nasihat untuk orang lain, dan begitu sulit memberi nasihat untuk diri sendiri. Aku jijik dengan diriku. Sungguh. Aku selalu bertanya mengapa dan mengapa aku tak pernah bisa menjalankan nasihatku sendiri seperti teman-temanku yang telah kunasihati. Aku benci dan malu terhadap diriku sendiri. Begitu munafiknya bersembunyi di balik keindahan ayat-ayat suci Ilahi. 

Saat aku bermuhasabah, aku sadar akan semua. Ya, semua. Aku hanyalah manusia yang jauh dari kata sempurna. Aku ingin bertaubat dan menjalankan syariatNya dengan sungguh-sungguh. Tujuh belas tahun sudah hidupku terbuang sia-sia. Begitu banyak amal kebaikan yang terbuang begitu saja selama itu. Kuwaqafkan diriku untuk agama yang sempurna ini, Islam. Semoga Allah swt dapat menghapus butiran dosa-dosaku selama ini. 


(Semoga ini dapat menjadi bahan muhasaba kita semua)


with love,

Asma' Nadia :)