Saturday, December 29, 2012

New Adventure! :)

Assalamu'alaikum, readers. Kali ini, aku pengen cerita sedikit tentang lingkungan baruku disini. Yup, sekarang aku di Banjarmasin. Kota asalku dan tempat aku melanjutkan pendidikan. Hampir 2 minggu lebih disini. Aku sekolah di salah satu Madrasah Aliyah favorit di kota tercinta ini. MAN 2 Model Banjarmasin, itu nama sekolahku. Banyak yang nanya kok model? Dan ada yang ngira juga, aku sekolah khusus buat modeling gitu. Padahal arti 'model' disini bukan itu, tapi maksud kata 'model' disini sebagai sekolah yang menjadi panutan sekolah lainnya.
Singkat cerita, aku sudah selesai ulangan semesteran. Hasilnya, cukup memuaskan. Aku juga didaftarkan lomba pidato bahasa inggris. Awalnya, of course kaget. Di sisi lain, aku excited banget.
Pertama, aku dites dulu. Aku disuruh baca artikel dan diakhir itu aku disuruh menceritakan kembali ceritanya. Setelah tes itu selesai, Alhamdulillah aku lulus.
Step by step, tapi pasti, aku ikut lomba sekota madya dulu. Persaingannya sudah keliatan ketat dan beda sama lomba di Makkah.Dan yang jadi juara satunya, itu yang akan masuk ke tingkat provinsi. Alhamdulillah, akupun juara satu dengan skor yang tinggi. Selang beberapa hari aja, abis itu aku lomba tingkat provinsi. Dan syukurnya, sekolahku yang menjadi tuan rumahnya. Ga ribet berangkatnya dari rumah. Palingan butuh 15 menitan aja hehe. Ada 13 kabupaten dan itu cool semua! Aku sama temenku dari MAN 1 yang sama-sama kontingen banjarmasin berusaha semampunya menjadi juara 1. Temenku itu namanya Salis. Dan dia menjadi salah satu kontingen banjarmasin di bagian pidato bahasa inggris putra. Kalo menurut aku nih, bagian putri saingannya luar biasa ketat. Improvisasinya, gayanya, mimiknya super! Dan yang memacu adrenalin kami habis-habisan, yaitu PERTANYAAN JURI! Dosennya lulusan universitas yang ok! Dan pada senior! Amazing deh.

Akupun dapet nomer urutan hampir terakhir, membetekan. Setelah perjuangan panjang akhirnya detik-detik yang menegangkan pun tiba. PENGUMUMAN PEMENANG. Hah, rasanya semua perasaaan gabung dan menyesaki dada. Aku tak mampu berbicara banyak selain menunduk dan mengucap lirih doa. Kulirik juri yang bersiap-siap memproklamasikan hasilnya. Dan, yang pertama kali diumumkan itu bagian putri dulu. Frekuensi detak jantung semakin tak terkontrol. Membayang sejuta wajah yang menitipkan impiannya di pundakku. Keluarga, kepsek, pelatih, everyone! Dan sampailah pada titik pengucapan "And the first winner goes to ASMA' NADIA" I'm screaming, buddy! I can't believe it. Semua beban sedikit demi sedikit berkurang. Kulirik temenku, Salis. Dia masih khawatir menunggu hasil pengumumannya untuk bagian putra. Kusunggingkan senyuman untuk menyemangatinya. Tak lupa kudoakan semoga dia yang menjadi juara satunya. Dan Alhamdulillah temenku itu JUARA 1 juga! Seneng banget, kami bisa bareng lagi pergi ke PALEMBANG untuk lomba tingkat nasionalnya! 

Itu yang bisa aku ceritain, ketemu di pengalaman baru! :)

Friday, March 2, 2012

Milad FLP XV!

Assalamualaikum, readers :)
Kali ini, aku bakal nyeritain acara "Milad FLP XV", acaranya sii udah dua minggu yang lalu, tapi baru sekarang bisa cerita-cerita di sini. Singkat cerita, acaranya dua hari, kamis dan jum'at. Kamis-nya, bedah buku Ka' Oki Setiana Dewi dan pengumuman pemenang lomba lebym. Sedangkan hari jum'at-nya acara Milad flp sendiri dan pengukuhan apa gitu. Hari kamis, Alhamdulillah aku bisa dateng. Tapi, jum'at-nya gabisa dateng, soalnya ga ada yang nganter. Hari kamis itu, aku kesana bareng adeku, dan kami sempet salah masuk imarahnya -_-. Tapi Alhamdulillah, salah satu kaka flp ada yang turun dan nungguin kami di salah satu tempat dekat imarah yang sebenarnya. Dan ternyata, kami tamu pertama disitu. Kami disuruh makan siang dulu dan ga beberapa lama kemudian temen" sekolaku pada dateng. Ya, dari kelas 5 dan satu orang dari kelas 6(adeku) dan kelas 10 (aku!). Acaranya sederhana banget, tapi Subhanallah semuanya berkesan di hati :). Dan, aku jadi salah satu panitia di acara itu. Check this out >>>
Kartu nama panitia :D

Aku juga jadi MC-nya. Itu dadakan banget, tiba" ditunjuk langsung sama Ka Taqy jadi MC. Hehehe, dan jadi deh acara itu aku yang bawa. Semua penonton antusias banget buat bedah buku Ka Oki, dan banyak banget manfaat yang aku dapetin dari cerita" dan jalan hidup Ka Oki sendiri. Sebenarnya kalo diceritain semua, kayaknya kepanjangan deh :D.Karena itu, aku cuma nyeritain garis besarnya saja.Oh iya, pengumuman pemenang lebym setelah bedah buku. Guess what? I didnt win! Sedih? of course but a little bit. Gapapa deh ga  menang, yang pasti semoga artikel kemaren bermanfaat buat orang banyak :) Gyaaaa~
Sesampai di rumah jam 5 sore gitu, aku tepar banget. Pas nyampe di rumah, langsung baring di kasur. Sumpah cape banget. Dan ga enaknya waktu itu bentar lagi maghrib, jadi deh ga dibolehin tidur dulu. "Sholat dulu, baru boleh tidur" itu kata" Abah sama Mama. Beliau ga suka kalo liat anaknya pada telat sholat. Di balik semua itu, aku bangga banget punya ortu kayak mereka :) . Dan itu sekilas yang bisa aku ceritain. See you in another experiene! :)

with love,
asmaa :)



Friday, February 17, 2012

Here it's LEBYM!

Asslamualaikum readers (:
To the point, kali ini aku bakal jelasin tentang postku yang sebelumnya yang judulnya "LEBYM". Salah satu lomba yang diadakan oleh flp untuk seluruh warga masyarakat Indonesia di Jazirah Arab tentang novel yang menginspirasikan kita. Sebetulnya, salah satu syarat lomba ini, kita harus ngenote di efbe dan nge tag minimal 15 orang. Awal-awal baca syarat itu, jujur, aku shock plus galau garagara gabisa ikut lomba itu. Pasalnya, aku ga punya efbe T___T. Singkat cerita, waktu itu Ka Taqy ke sekolah, langsung aja aku tanyain syarat" lomba itu. "Gimana kalo yg punya efbe?" Dan Alhamdulillah, yang gapunya efbe bisa ngemention temen"nya di twitter! Pas denger itu, aku girang banget. Dan makin ga sabar buat bikin artikelnya. Hari terakhir ngumpulin artikelnya hari rabu, dan kalo ga salah aku punya waktu 3 atoga 4 hari lagi. Mepet banget waktunya dan kebetulan lumayan banyak pr plus ulangan. Jadi deh kejar kejaran waktu gitu.
Dan Alhamdulillah, artikelnya selese hari selasa, sehari sebelum hari terakhir pengumpulan artikelnya. Dan hasilnya, seperti itulah kawan (: . Mama juga sempet baca hasil artikel itu. Beliau terharu banget dan bangga dengan hasilnya! Loveyoumom!! Mama juga sempet baca hasil artikel itu. Beliau terharu banget dan bangga dengan hasilnya! Loveyoumom!! ♥♥ . Jujur, itu nulisnya dari hati, apalagi pas berkaitan roh cinta seorang ibu! :")
*Skip* Pengumumannya insyaAllah hari ahad, sekaligus ngumpul bareng di "Rumah Cahaya" ngerayain Milad flp ke XV dan bedah buku Ka Oki Setiana Dewi. Sebenarnya, hari rabu kemaren rencana bedah buku ka Oki, tapi ka Okinya sakit. Jadi deh, hari ahad bedah bukunya. Btw, aku ketua panitia buat acara bedah buku ka Oki loh! :D I'm so proud of myself, yeah so much! (:
Doanya, semoga hasil artikelnya seperti yang diharapkan dan acara buat hari ahad lancar lancar aja! Amiin Ya Rabb (: . Sekian dulu, seeyaa (:

with love,
asmaa (:



Wednesday, February 15, 2012

LEBYM


Bismillahirrahmanirahim
Assalamu'alaikum wr,wb.
"Kalau kamu bukan raja atau ulama besar, maka jadilah penulis" – Imam Al-Ghazali
Kalimat ini saya kutip dari novel kronik yang sangat menginspirasi saya. Kalimat inilah yang membangkitkan gelora semangat seorang penulis kelahiran Gresik untuk terus menulis dan menulis. Tidak hanya penulis ini saja, tapi juga saya. Semangat menulis saya yang lama terpendam kembali memanas lagi. Keinginan saya menjadi penulis semakin mendesak dan kehausan untuk menulis kembali menerpa lagi. Novel ini berjudul ''Opera Van Gontor'' ditulis oleh Amroeh Wijaya. Novel yang mengangkat kisah seorang santri yang pernah nyantri di Gontor, yang ditulis apa adanya, menggelitik, dan cerdas. Potret pondok modern era 70-an. Suatu era ketika beberapa tokoh bangsa masa kini dilahirkan dan ditempa untuk berbakti kepada tanah air.
Novel menarik ini tidak semata bercerita tentang penulisnya semasa di Pondok Modern Gontor, namun juga menceritakan pengalaman "Amroeh Kecil" hingga dewasa dalam menuntut ilmu. Novel ini berhasil membawa saya untuk lebih memahami roh cinta seorang ibu dan menghargai setiap pengorbanannya.
Cinta dan dukungan seorang ibu membuat penulis ini dapat bertahan melalui tahun-tahun yang sulit dan berhasil melewati segala hambatan. Cinta ibulah yang mampu menyelamatkan perjalanan hidup penulis ini. Berkat cinta tulus ibunda, saya dapat mengambil pelajaran yang berat dalam kesediaan menerima dan bersabar. Tetapi yang terpenting, saya dapat memahami tentang kekuatan dalam pengharapan.
Roh cinta ibu selalu melekat di jiwa setiap insan, yang memberi perasaan damai dan tentram ketika kita dalam suatu permasalahan. Pengorbanan dan cintanya begitu sederhana, namun tak perlu sebuah pengakuan ataupun pujian. Semuanya mengalir tulus dari lirih doa-doanya di malam yang sunyi, yang menggelitik ke lubuk hati. Tangisannya dan peluk hangatnya merupakan bentuk kasih sayangnya.
Selain itu, saya dapat mengenal lebih dalam tentang sebuah pesantren yang diimpikan oleh banyak remaja seantero nusantara untuk menuntut ilmu. Semakin dalam saya mengenal Gontor, saya semakin terdorong untuk belajar dengan sungguh-sungguh dan tidak menyia-nyiakan waktu. Tapi tak bisa saya pungkiri, terkadang malas juga sering melekat di tubuh ini. Sehingga menghambat "schedule" yang sudah ada.
Yang pasti, novel ini banyak membawa perubahan dalam diri saya. Pertama, dapat membangkitkan gelora semangat menulis kembali. Kedua, saya dapat memahami dan menghargai arti cinta tulus seorang ibu. Ketiga, terdorong untuk belajar dengan sungguh-sungguh dan tidak mebuang waktu untuk hal yang tidak bermanfaat.
Itulah yang dapat saya share tentang apa yang telah saya dapatkan dari hasil membaca sebuah novel kronik Pesantren Gontor. Semoga, para pembaca dapat mengambil hikmah darinya. Ameen.
Wassalamu'alaikum wr,wb

(Asma' Nadia)