Monday, December 30, 2013

You're My Everything!

Assalamu'alaikum, readers! emangadayangbaca

Back to Banjarmasin and back to my activities. So much things happen in Makkah :") and its really a long story. Nah, sekarang karena sudah liburan - meskipun cuma seminggu itupun dipotong 2 hari karena ada praktek biologi - pengen sharing how's my day been so far di Banjarmasin tepatnya di HARI IBU! :")

*Noted : di hari lain pun kami sebagai anak selalu menyatakan cinta dan sayang kami kepada dua orang yang paling kami sayang, Abah dan Mama* 

Hari Ibu tahun ini hampir sama seperti tahun-tahun lalu. Di awal pagi langsung ngucapin Happy Mother's Day and a lot of surprise for her. Tahun ini, ada satu yang berbeda, aku bikin cerpen buat mama. Surat cinta buat mama. Karena mama sekarang tinggal di Makkah, otomatis jam di Banjarmasin 5 jam lebih awal. Dan di hari Ibu, pas jam 05:00 WIT langsung ngirim cerpennya ke mama dan telpon mama. AND TEARS FALLIN' DOWN.

She's the strongest woman. I'm very grateful to have her as my MOM. I LOVE YOU MORE THAN ANYTHING, MOM! :) {}


with love,
Asma' Nadia :)

Sunday, October 6, 2013

Aku Kembali!

Assalamu'alaikum, readers! Seneng punya waktu bisa nulis sini lagi. Ok, first, pengen cerita kalo AKU SEKARANG DI MEKKAH! AKU KEMBALI!







Ya, beberapa hari kemarin landing sempurna di Jeddah. Tepatnya tanggal 1 Oktober '13. Pesawat seakan-akan alat teleportasi karena semua ini bener-bener kayak mimpi. Beberapa bulan kemarin di Banjarmasin terus sekarang BAM! saya di Mekkah. Sedikit cerita kronologis sebelum pergi, semua berasa MIMPI. Pamitan sama guru-guru Manda, teman-teman, and momentnya udah berkecamuk. Antara sedih dan senang. Iya, sedih kepisah mereka dan senang ketemu abah mama, teman-teman, and everything!
Dan berdiri di atas tanah suci, seribu rasa kembali berkutat di dalam lubuk hati. Kembali berpapasan dengan 'makhluk arab', memakai abaya, suhu panasnya yang sempurna memanggang tubuh, memandangi semuanya dan seraya bergumam, "Seberapa jauh semua ini berlalu tanpa kuketahui?" 
Setiap sudut kota ini berubah. Sangat berubah. Eit, tunggu tunggu. Sepertinya tidak semuanya berubah. Kalau biasanya para penulis menggunakan 'berubah 180 derajat', kota Mekkah belum mencapai sebesar derajat perubahan itu. Hmm, berapa derajat ya, sekitar 100 derajat. Perkiraan belaka. Ok, kenapa tidak 180 derajat? Karena aku masih menemui beberapa kebiasaan yang sama disini. Kebiasaan yang kumaksud adalah kebiasaan yang terjadi khusus di bulan haji ini. Sama dengan tahun kemarin. Ramai, penjual makanan Indonesia yang berjual 'ilegal' di sekitar Jumaizah, sorak 'Riyalain-2riyal' dimana-mana, harga barang biasanya untuk oleh-oleh terlihat sedikit menaik, panggilan bahasa Indonesia yang dikuasai para penjual kepada pembeli sering terdengar, desak-desakan kembali ada, campur berbagai bahasa, ras, dan warna kulit. Banyak bukan? Dan detik-detik itulah, aku sadar, aku sungguh rindu akan kota ini. Kota suci dan kota kelahiranku. Sekali lagi, AKU KEMBALI! :)

With love,
Asma' Nadia :)

Friday, February 22, 2013

Outbound with Iqro Club!

Assalamu'alaikum, readers. Kali ini aku mau cerita-cerita nih. Udah lama sih, 2 minggu yang lalu. Jadi gini, aku sama temen-temen KSI (Kelompok Studi Islam) berangkat ke Mandiangin, Banjarbaru bersama 6 sekolah lainnya. Hari Sabtunya ada technical meeting dulu dan pas hari Minggunya beraksi! Sebelum jam 6 pagi, kami semua ngumpul di Balai Kota Banjarmasin. Dan karena masih ada yang lelet, kami nunggu gitu deh. Sekitar jam 7an, kami berbaris di depan Balai Kota sambil dengerin sambutan dari Dinas Pendidikan Banjamasin. And after that, kami dibagi kelompok. Dan disetiap kelompok itu, ga ada satu orang pun yang satu sekolah sama temennya. Jadi, ya, kami sama sekali ga kenal. Setelah dibagi, kami menentukan ketuanya, yel-yelnya, dan yang pasti, kenalan! Guess what? Aku sekelompok sama salah satu peserta pidato bahasa inggris di tingkat kota. Dia juara 3 waktu itu. Ganyangka banget. Namanya Faridah dan dia dari sekolah MAN 1. Dan yel-yel kami pun paling gokil. Nada lagunya dari inspirasi lagu DORAEMON. Yeah, kami semua penyuka doraemon huahah. Tepat jam 8, kami on the way Mandiangin.
Pas masuk, ada yang nyanyi, ada yang tidur, dan aku masih menerawang jalan dan kemudian terlelap tidur. Dan ketika nyampe di lokasi, aku yang rencananya pengen ngasih kabar sama ortu udah nyampe tenyata gak bisa. Di Mandiangin mana ada sinyal! Haha, terlalu lucu. Akhirnya handphone cuma digunain buat foto-foto.
Sebelum mulai kegiatannya, kami pemanasan dulu. Nah setelah itu, kami baru bertualang! Ga jauh-jauh banget. Kamipun diberi tugas berbagai macam. Dan setiap permianan itu kami pasti dapet pelajaran. Pokoknya, semuanya gak berlalu begitu aja tanpa ada analisa. Permainan terakhir dan lebih menantang, pos 5-6-7-8. Pos yang mengandalkan keseimbangan. Salah satunya, FLYING FOX! Permainan tergokil diantara lainnya. Dan di waktu ishoma, aku sama kelompokku sempet foto-foto. And this is...
Sebenernya ada 10 orang, satunya yang moto huaha.
Ok, ini cerita Outbound! Seeyaa! :)

Tuesday, January 15, 2013

Twin?

Assalamu'alaikum, readers! Sesuai janjiku kemaren, hari ini aku naro foto aku megang piala - juara 1 pidato bahasa Inggris tingkat kota. Dan karena pas pemberiannya gasempet foto sama ketua Depagnya, aku foto bareng sama salah satu temenku yang kata temen-temenku kami mirip banget. Check it out! :)

Najmi and me
Berasa pendek baget ih-_-v. Efek bajunya, readers :D Gimana menurut kalian? Mirip ga? Hehe.  Mereka suka nyapa aku dengan nama "Najmi" dan sebaliknya. Pertamanya awkward. Tapi lama-lama, suatu kelebihan yang mereka gapunya apa dah.
Ok, segini dulu, sampai ketemu di cerita dan alur hidup yang lebih seru! :)

Monday, January 14, 2013

:)

Assalamu'alaikum, readers :)  Aku mau cerita-cerita nih.  Hari ini , aku dan teman-teman pemenang lomba porseni MA sekota Banjarmasin ke Depag (Departemen Agama) kota. Sebenarnya, kami berangkatnya agak lumayan telat gitu, soalnya pada ngumpul dulu dan jarak dari sekolah kami pun lumayan kalo ditempuh make sepeda motor. Aku pun tadi nebeng temenku kesana HAHA. Sesampainya, kami disambut hujan, readers :). Cukup deras, tapi syukurnya cuma sebentar. Acaranya pun diperlambat karena mati lampu. Udaranya panas dan perutku gak berhenti-henti berbunyi. Keren kan? haha. Acaranya pun dimulai dengan tampilan grup apa gitu, intinya cool lah. Cuma suara gendangnya aja yang bikin gendang telinga sakit. Setelah itu, kami disuguhi tampilan ade dari madrasah Ibtidaiyah, juara 1 pidato bahasa Indonesia. SubhanaAllah, amanat dari pidatonya tersampaikan secara baik. Tampilan berikutnya, dari ade kelas juga, dari lomba puisi. Jujur, aku hampir meneteskan air mata. Puitis, pembawaannya super masyaAllah. Puisinya adaptasi dari Surah Al-Ma'un. Speechless pokoknya. Dan tiba-tiba, acara dipercepat karena kepala Depag (kyknya) ada acara gitu. Walhasil, pembagian hadiahnya dipercepat. Haha, kamipun bersorak sorai. Sedangkan aku, masih penasaran sama satu hal. Gimana ya tampilan ade yang juara 1 pidato bahasa Inggris hehe.
Pengumumannya dimulai, dan lomba yang pertama diumumin itu pidato bahasa Inggris. dari tingkat MI sampe MA. Akupun dapet piala yang kedua - sebenarnya yang pertama cuma karena pemberian pialanya lebih telat dibanding piala tingkat provinsi haha. Tepat habis adzan Dzuhur acaranya selese. Kamipun pulang kembai ke sekolah melanjutkan sisa pelajaran. Sesampainya, biasa, disorak-sorai-in dulu sama anak-anak. Ada yang minta traktiranlah ampe ada yang mau ngambil pialanya. Lucu. Jujur, cape banget. Perutku pun ampe pulang ke rumah ga aku isi. Mantep haha. Foto pialanya nyusul hehe. Ok, cuma segini dulu yang bisa aku ceritain. See ya! :)

Saturday, January 12, 2013

Seberkas Cahaya di Balik Persahabatan

Langkahku dan langkahnya berirama menuju satu tempat yang kami sebut tempat nangkring. Disana banyak berkumpulnya anak-anak SMAN 3 Yogyakarta. Ada yang diam dengan imajinasinya sendiri entah apa itu. Ada yang berdiri sembari memandangi lalu-lalang kendaraan. Sedangkan aku dan dia, temanku, kami masih asyik mengobrol tentang hidup yang semakin rumit dan rencana kami di masa depan. Ternyata bukan hanya dari wajah saja yang mirip, kamipun memilik saudara perempuan dengan jumlah saudara yang sama.
"Asyiknya punya saudara perempuan itu, kita bisa tukeran baju terus saling minta pendapat apasih yang bakal matching sama baju yang kita pake!" cerocosku.
"Aku ga kayak gitu. Mereka pun kayaknya gabakal mau tukeran kerudung atau apapun. Satu-satunya orang dirumah yang make hijab, ya cuma aku." jelasnya. Matanya sendu. Dia berusah menyembunyikan keharuannya. Matanya berembun.
"Tapi, aku yakin deh, pasti semua itu seru. Seru banget malah, kan?" tambahnya.
Aku memaku, tak tahu harus menjawab apa. Rasanya ingin kujelaskan maksudku sebenarnya. Frekuensi detak jantungku pun tak terkendali.
"Ki, aku ga bermaksud buat.."
Kalimatku belum jelas kutuntaskan sudah dipotongnya.
"Iya, aku ngerti. Ga usah gitu juga kali. Jadi ga seru nih pembicaraan kita. Sampai mana tadi?"
Kuhembuskan nafas dalam-dalam, aku sungguh mengerti perasaannya. Meski baru beberapa bulan kami bertemu, namun suasana mengalir dengan mudah seakan kami dua sahabat yang sudah lama tak bertemu.
"Gimana sih kamu bisa masuk sekolah ini? Kan kamu taulah sekolah kitakan persaingannya ketat." tanyaku. Sengaja kualihkan tema kami, aku tak ingin melakukan kesalahan untuk kedua kalinya.
"Kamu ngira ga, aku sebenarnya masuk sini itu, sekolah pilihan paling akhir. Ya, kalo ga diterima, aku nunggu tahun depannya lagi. Soalnya nilai rata-rata UNku kecil." jelasnya dengan enteng.
Ya Allah, jantungku kembali berdetak tak karuan.
"Tapi, Alhamdulillah kamu diterima di sekolah ini. Berkah dari Allah, Ki. Aku takjub sama kamu!" Kutepuk pundaknya. Kusenyumkan senyuman penyemangat.
"Takjub? ah, biasa aja."
"Kamu ini, gaboleh loh merendah kayak gitu haha."
"Iya, aku tau. Wong emng bener kok, gausah ditakjubkan hal sepele kayak gitu hehe."
"Btw, yang jemput kamu siapa? Ayah?"
"Ayah? Haha, ayah lagi sibuk. Mungkin mama yang bakal jemput aku."
Ada yang berbeda. Cara tawanya. Bukan tawa biasa. Mengandung sejuta kepedihan. Dugaku.
"Kerja apa emangnya?"
"Sibuk dan dia sekarang sudah tenang di alam barzah. Sudah selesai mengerjakan semua kewajibannya." Matanya memerah. Namun, bibirnya tetap tersenyum. Getir.
"Ayahku hebat, dan takkan ada yang bisa menggantikannya." Matanya semakin memerah. Berkaca-kaca.
"Ki, aku minta maaf. Aku sama sekali ga bermaskud membahas dan mengungkit semuanya. Aku minta maaf, Ki"
"Aida, sudahlah, tak usah merasa bersalah."

Pikiranku melayang. Membayangkan posisi dia sekarang. Anak kedua dari empat bersaudara. Satu-satunya orang yang memakai hijab di rumah, dan menghadapi genting kehidupan dengan asuhan seorang single parent saja. Aku? Aku hidup dengan keluarga yang sempurna. Biaya sekolah sudah ada yang membiayai. Uang jajan, juga ada. Aku, ibu, dan saudara-saudaraku pun berhijab. Sungguh, aku tak pantas sama sekali mengeluh. Siapa kira, temanku ini, memberi berbagai manfaat dari kilasan hidupnya. Akupun tak pernah habis pikir dengan senyumannya yang selalu mampu menyembunyikan sejuta kesedihan di baliknya. Satu Ayat yang mengingatkanku denganNya dan dia, temanku, Kiki.

"Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan?" (QS: Ar-Rahman)

Terimakasih, Tuhan. Terimakasih sudah mempertemukan kami berdua. Terimakasih Ya Allah.

Saturday, January 5, 2013

Dapatkah?

Dapatkah, kau merasakan kesepian
Di balik keramaian
Ketika tetes air mata tak dapat terartikan
Yang kini menjadi replika kehidupan
Tuhan, kumohon putar kembali kebersamaan kami
Bersama kehangatan yang menyelimuti
Meski kabut datang
Kami masih bersama tersayang
Tuhan, dapatkah kebersamaan menetap bersama
Agar hidup tak menampakkan keganasannya
Dapatkah kebersamaan selalu di dalam sanubari
Meski nasib tak berpihak pada jiwa ini
Lalu, sampai kapan kuharus tepis keegoisan ini
Karena hipotesa masa depan kian tak terkendali
Kemudi pun tlah hilang arus
Dan hanya ada kata "kendali" yang menggema bersama isak tangis

with love,
Asma' Nadia
                                                                        Makkah, 10 Oktober 2012