Dapatkah, kau merasakan kesepian
Di balik keramaian
Ketika tetes air mata tak dapat terartikan
Yang kini menjadi replika kehidupan
Tuhan, kumohon putar kembali kebersamaan kami
Bersama kehangatan yang menyelimuti
Meski kabut datang
Kami masih bersama tersayang
Tuhan, dapatkah kebersamaan menetap bersama
Agar hidup tak menampakkan keganasannya
Dapatkah kebersamaan selalu di dalam sanubari
Meski nasib tak berpihak pada jiwa ini
Lalu, sampai kapan kuharus tepis keegoisan ini
Karena hipotesa masa depan kian tak terkendali
Kemudi pun tlah hilang arus
Dan hanya ada kata "kendali" yang menggema bersama isak tangis
with love,
Asma' Nadia
Makkah, 10 Oktober 2012
No comments:
Post a Comment