Thursday, January 2, 2014

Bimbang dalam Diam










Kakiku melangkah seperti biasa, tempat terdamai, masjid. Mengerjakan shalat Dhuha dan membaca dengan khusyuk ayat-ayat suci Ilahi dengan alunan merdu. Saat bel berbunyi tanda istirahat berakhir, aku kembali ke kelas. Saat itu, kurasakan sesuatu yang berbeda. Seakan-akan ada dua mata yang mematai dan juga mengikutiku. Kuperlambat langkahku memastikan kebenarannya. Dan memang ada yang mengikutiku. Dia. Aku tak perlu menyebut namanya. Namun, dialah sosok yang kukagumi selama ini. Dia adalah lelaki sholeh yang berhasil mengikat hatiku. Memenjarakanku dalam rindu. Aku jatuh dalam diam.


Ah, pantaskah aku mengharapkanya?  Aku hanyalah gadis yang biasa. Yang bahkan mungkin tak pantas untuknya. Sedangkan yang kuharap adalah sosok yang dapat membimbingku kelak menuju kedamaian abadiNya. Sanggupkah aku mencintainya dalam diam? Bertahan meski tak pernah ditoleh dan dianggap ada? Sungguh, aku ingin menjadi sebenar-benarnya Muslimah. Berjalan di jalan lurusNya, menjalankan syariatNya serta menjauhi laranganNya. 

Aku takut rasa ini akan menjerumuskan dan menjauhkan kebersamaanku bersama Ilahi. Aku takut rasa ini hadir karena dosa-dosaku. Aku takut rasa ini tidak suci sebagaimana seharusnya. Kumohon ya Allah jika memang semua ini hadir karena takdirMu, jagalah rasa ini tetap suci dan tidak tercampur oleh rasa yang tidak wajar. Jagalah aku dari segala kemaksiatan yang mungkin terjadi. Bimbinglah aku selalu ke jalan yang Kau anugerahi dan Kau ridhoi. 

Aku percaya akan janjiMu ya Allah, laki-laki yang baik untuk wanita yang baik dan wanita yang baik untuk laki-laki yang baik. Karena itu, jika memang kami dapat bersatu, bimbinglah kami menjadi diri yang suci. Diri yang Kau ridhoi hidupnya dan matinya. Dan jika memang kami tak mampu bersatu, maka hapuskan dan hilangkan bayangannya dalam hidup dan ingatanku. Berikanlah petunjukMu dan bimbinglah selalu diri kecil ini dalam melangkah.

Jika memang kami tak bersatu, maka satukanlah kami di keabadianMu.

Semoga cinta yang kita miliki dapat suci sebagaimana mestinya dan tidak terjerumus ke dalam jurang maksiat. 

Salam :)

No comments:

Post a Comment