Thursday, January 2, 2014
Bukan Manusia Sempurna
Aku dikenal dengan sosok yang suci dan sangat aktif dalam berdakwah. Ketika masalah mulai menyapa teman dan sahabatku, mereka datang berkonsultasi dan meminta pencerahan kepadaku. Kubantu mereka tanpa pamrih, kuberikan mereka pencerahan sesuai tuntunan kita sebagai seorang Muslim dan Muslimah yaitu Al-Qur'an dan Hadits. Dengan penuh kesabaran kujelaskan semuanya hingga mereka benar-benar bisa memahami serta menerimanya dengan lapang dada. Lagi-lagi aku dicap orang-orang dengan sosok yang 'serba tahu' tentang agama karena kelincahan jemariku berbagi berbagai ilmu tentang agama Islam. Fiqih, akhlak, khilafah, dan tauhid. Semuanya kubahas agar kejayaan Islam bisa kembali seperti semula. Bahkan semua orang menghormatiku. Mereka pikir akulah tauladan mereka.
Namun dibalik semua aktivitasku itu, aku hanyalah manusia yang jauh dari kata sempurna serta suci. Begitu banyak dosa yang sudah kulakukan sehingga diri ini tak pantas mendapatkan segala gelar dan cap itu. Aku hanyalah manusia yang berlumur kenistaan dan terjepit dalam kemunafikan. Bermain di atas pentas dengan lihai tanpa menyadari diriku yang tersudut dalam kegersangan Iman. Semua ini kulakukan bukan karena pujian ataupun gelar. Semua ini kulakukan dengan keikhlasan. Tapi, inilah diriku yang sebenarnya. Penuh dengan dosa juga kenistaan. Segala nasihat dan masukan yang kuberikan hanyalah angin belaka. Begitu mudah memberikan nasihat untuk orang lain, dan begitu sulit memberi nasihat untuk diri sendiri. Aku jijik dengan diriku. Sungguh. Aku selalu bertanya mengapa dan mengapa aku tak pernah bisa menjalankan nasihatku sendiri seperti teman-temanku yang telah kunasihati. Aku benci dan malu terhadap diriku sendiri. Begitu munafiknya bersembunyi di balik keindahan ayat-ayat suci Ilahi.
Saat aku bermuhasabah, aku sadar akan semua. Ya, semua. Aku hanyalah manusia yang jauh dari kata sempurna. Aku ingin bertaubat dan menjalankan syariatNya dengan sungguh-sungguh. Tujuh belas tahun sudah hidupku terbuang sia-sia. Begitu banyak amal kebaikan yang terbuang begitu saja selama itu. Kuwaqafkan diriku untuk agama yang sempurna ini, Islam. Semoga Allah swt dapat menghapus butiran dosa-dosaku selama ini.
(Semoga ini dapat menjadi bahan muhasaba kita semua)
with love,
Asma' Nadia :)
Label:
muhasabah diri.,
munafik,
nista,
Sempurna,
suci
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment